Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH TERAPI PIJAT BAYI TERHADAP BERAT BADAN BAYI USIA 6 – 12 BULAN Wardani, Desy Ayu
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : STIKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.936 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v4i2.95

Abstract

Berdasarkan berat badan bayi usia 6-12 bulan sering kali mengalami penurunan berat badan tersebut, perlu adanya stimulasi tambahan berupa pemijatan untuk pertumbuhan dan tumbuh kembang anak menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Terapi Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Air Putih Samarinda Tahun 2019. Metode Jenis penelitian ini menggunakan Pre-Eksperiment dengan pendekatan one group pretest and postes without control dengan sampel 20 responden. Tehnik sampilng penelitian ini adalah non probability sampling dengan tehnik purposiv sampling serta, menggunakan Uji paired t-test. Berdasarkan hasil yang di peroleh didapatkan hasil p value = 0,000 (?<0,005), dimana berat badan bayi rata-rata sebelum pijat 7510 gram dan sesudah di pijat 8310 gram. Kesimpulan yang di dapat bahwa bayi yang memiliki berat badan yang kurang dapat diberikan intervensi pendamping dengan memberikan stimulasi berupa pemijatan untuk merangsang proses pertumbuhannya, sebab dari hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari terapi pijat bayi yang dilakukan seminggu 2 kali selama 4 minggu. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai terapi pijat dengan menggunakan tambahan kelompok pembanding dan juga melakukan pengukuran perbandingan terhadap berat badan bayi yang asupan nutrisinya ASI & MPASI dan SUFOR & MPASI.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TER-HADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INTUITIF METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Wardani, Desy Ayu
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 1 Tahun 2020
Publisher : STIKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.149 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v5i1.118

Abstract

Pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang sangat penting bagi (WUS) wanita usia subur, MKJP merupakan kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi terhadap pencegahan kehamilan, yang terdiri dari Implant, IUD, MOW dan MOP. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengambilan keputusan intuitif metode kontrasepsi jangka panjang. Peneliti ini menggunakan rancangan Pre Eksperimen dengan pendekatan One-group Pre-Post test design. Responden dalam penelitian ini adalah PUS sebanyak 14 responden.Teknik pengambilan sampel propability sampling sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil penilian nilai p value 0,014 < 0,05 ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengambilan keputusan intuitif MKJP. Dalam pengambilan keputusan dari 14 responden 6 telah memilih keputusan dengan pemilihan keputusan intuitif. Masyarakat yang menerima informasi dengan benar maka akan membuat suatu keputusan dalam memilih metode kontasepsi yang tepat.
FROM GUT TO GLOW: KOMBUCHA AND TEENAGE SKIN HEALTH Ariestantia, Dwi Riyan; Wardani, Desy Ayu
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.3153

Abstract

Masalah jerawat merupakan gangguan kulit yang umum dialami remaja dan dipengaruhi oleh faktor hormonal, stres, pola makan, serta kondisi mikrobiota usus. Kombucha, minuman hasil fermentasi teh yang mengandung probiotik, antioksidan, dan asam organik, diyakini berpotensi meningkatkan kesehatan usus dan memberikan dampak positif terhadap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kombucha terhadap keparahan jerawat pada remaja. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 200 remaja usia 15–18 tahun dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n = 100) yang mengonsumsi 150 ml kombucha setiap hari selama enam minggu, dan kelompok kontrol (n = 100) yang hanya menerima perawatan kulit standar. Keparahan jerawat diukur menggunakan Global Acne Grading System (GAGS) sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas (Shapiro-Wilk) menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga digunakan uji non-parametrik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan penurunan signifikan skor GAGS pada kelompok intervensi dari median 18 menjadi 10 (p < 0,001). Kelompok kontrol mengalami penurunan tidak signifikan dari median 18 menjadi 17 (p = 0,081). Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001). Selain itu, 76% peserta kelompok intervensi melaporkan perbaikan subjektif kondisi kulit. Kombucha terbukti efektif mengurangi keparahan jerawat ringan hingga sedang pada remaja dan berpotensi sebagai terapi komplementer alami dalam perawatan kulit berjerawat.
Factors Associated with Sexual Intention among Students East Kalimantan in Preventing Premarital Sexual Behavior Wardani, Desy Ayu; Sharoni, Siti Khuzaimah Ahmad; Triyanto, Endang
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.3.15612

Abstract

Sexual intention has become one of the causes of students engaging in premarital sexual behavior. This study focused on gender, relationships, self-efficacy, self-control, self-esteem, and sexual intention among students. Our research used a cross-sectional design and answered a set of questionnaires consisting of the General Self-Efficacy Scale, Self-Control Scale, the Rosenberg Self-Esteem Scale, the Youth Sexual Intention Questionnaire, and data demographic. The data were analyzed univariate and bivariate using chi-square. 328 students were included. Gender was 192 female (58.5%) and 136 male (41.5%), relationship was 69 (21%) and no having relationship was 259 (79%). The self-efficacy high was 168 (51.2%) and the low was 160 (48.8%), self-control high was 173 (52.7%), and the low was 155 (47.3%), the self-esteem high was 177 (54%) and the low was 152 (46.3%), sexual intention the high was 176 (53.7%) and the low was 152 (46.3%). Factors associated with sexual intention in preventing premarital sexual behavior were gender (p< .05), relationship (p < .05), and self-control (p < .05). Two factors that did not influence sexual intention were self-esteem (p>.05) and self-efficacy (p>.05). Gender, relationship, and self-control were an important factor associate to sexual intentions in preventing premarital sexual behavior.