Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental yang ditandai oleh kombinasi gejala skizofrenia dan gangguan afektif yang muncul bersamaan atau dalam beberapa hari satu sama lain dalam satu episode penyakit. Masa remaja adalah periode penting untuk mengembangkan kebiasaan sosial dan emosional yang penting untuk kesejahteraan mental. Gangguan Skizoafektif dan depresi rentan dialami oleh remaja. Remaja dengan gangguan skizoafektif dapat menunjukkan perilaku kekerasan, yang merupakan respon marah yang diekspresikan melalui ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan merusak lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi perilaku kekerasan pada pasien remaja skizoafektif dengan masalah keperawatan perilaku kekerasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu pasien dengan proses asuhan keperawatan jiwa yang mencakup pengkajian, rencana asuhan keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama sebelas hari, hasil menunjukkan bahwa pasien mampu mengontrol perilaku kekerasan dengan mengenali perilaku kekerasan, melakukan latihan fisik, berkomunikasi secara asertif dan kepatuhan pengobatan yang dipantau dan didukung oleh keluarga. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan meneliti lebih dari satu subjek
Copyrights © 2024