Gardu Induk Banaran 2 berperan sebagai sumberutama distribusi listrik dengan tegangan 150 kV yang kemudianditurunkan menjadi 20 kV sebelum disalurkan ke masing-masingpenyulang. Penyulang Ngadiluwih merupakan penyulang yangmengalami penurunan tegangan (voltage drop) yang palingsignifikan, yakni rata-rata sebesar 6,48% dengan nilai jatuhtegangan terbesar mencapai 1,84 kV, yang berarti melebihi batastoleransi penurunan tegangan maksimal yaitu ±5% sebagaimanaditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2009. Inimenunjukkan bahwa penyulang tersebut tidak memenuhi standaroperasional dan perlu dilakukan tindakan korektif. Berdasarkanperhitungan nilai Loss Sensitivity Factor (LSF) dan norm, dipilihbeberapa bus prioritas dengan kombinasi nilai LSF tinggi dantegangan yang mendekati atau sedikit melebihi batas atas standar.Setelah dilakukan perhitungan kompensasi daya reaktif (Qc) yangdibutuhkan agar setiap bus mencapai faktor daya ideal 0,9,dilakukan injeksi kapasitor bank secara selektif. Contohperhitungan menunjukkan bahwa pada BUS 175 NGD, dibutuhkaninjeksi daya reaktif sebesar 113 kVAR untuk meningkatkan faktordaya ke angka yang diinginkan. Setelah injeksi kapasitor bank,terjadi penurunan signifikan pada nilai rugi daya reaktif dantegangan jatuh. Rata-rata penurunan tegangan menjadi sekitar 2%,dan nilai maksimum turun sebesar 1,336 kV, yang berarti telahmemenuhi standar ESDM. Selain itu, terjadi penurunan total rugidaya sistem sebesar 100,0447 kVAR dan 156,3443 kW menunjukkanefisiensi sistem yang lebih baik dan penghematan energi secaranyata.Kata Kunci—Rugi Daya, Kapasitor Bank, Jatuh Tegangan, LossSensitivity Factor (LSF), ETAP.
Copyrights © 2025