Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu strategi utama dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya dalam transportasi udara. Bandar Udara Kertajati Majalengka telah diproyeksikan menjadi pusat penerbangan di Jawa Barat, menggantikan sebagian fungsi Bandar Udara Husein Sastranegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kebijakan infrastruktur dalam mendukung perpindahan penerbangan serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Bandar Udara Kertajati. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur yang dibangun sudah memadai, diperlukan kebijakan tambahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun. Implementasi strategi yang masih menghadapi tantangan, seperti resistensi masyarakat, minimnya konektivitas transportasi, dan keterbatasan jumlah rute penerbangan. Upaya promosi, sosialisai dan koordinasi telah dilakukan, namun belum cukup untuk menarik perhatian maskapai dan penumpang secara signifikan. Kualitas pelayanan di Bandar Udara Kertajati telah memenuhi beberapa standar nasional dan internasional, dengan fasilitas modern seperti ruang tunggu yang nyaman, Wi-Fi gratis, sistem check-in otomatis dan sebelum dioperasikan melalui tahap verifikasi dari Kementrian Perhubungan dan Internasional Civil Aviation Organization (ICAO). Namun, rendahnya volume penumpang memengaruhi optimalisasi fasilitas dan operasional layanan. Evaluasi rutin dan pengenalan teknologi digital menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas pelayanan.
Copyrights © 2025