Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik dosis dan jenis dekamposer terhadap pertumbuhan dan hasil jagung.Percobaaan ini dilakukan di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan pada jenis tanah lempung berpasir dengan ketinggain tempat 18 mdpl, dimulai dari bulan Juli sampai Desember 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor pertama yaitu jenis dekamposer diri dari 3 taraf yaitu; tanpa dekamposer, Bacillus sp, Trichoderma sp. Sedangkan faktor kedua adalah Dosis Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) diperkaya mikrooeganisme terdiri 3 taraf yaitu; 0 ton/ha , 10 ton/ha, 20 ton/ha. Selanjutnya masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali maka terdapat 27 satuan percobaan berupa plot. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5%. Jika F hitung lebih besar dari F tabel 5%, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), data ditampilkan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antar dosis dan jenis dekamposer. tetapi secara faktor tunggal, terdapat jenis dekamposer yang dapat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung yaitu Bacillus sp, dan dosis kompos TKKS yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung yaitu 20 ton/ha Berdasarkan kesimpulan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung disarankan untuk menggunkan bakteri Bacillus sp sebagai perkaya kompos dan dosis 20 ton/ha.
Copyrights © 2025