Latar Belakang : Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada kualitas generasi masa depan bangsa. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2023, angka ini masih jauh dari target nasional sebesar 14% pada 2024. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif faktor penyebab stunting dan efektivitas program intervensi yang telah diterapkan. Metode : Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah studi kepustakaan dengan penguatan data sekunder dari laporan resmi Kementerian Kesehatan, BPS, serta studi ilmiah terkini. Hasil dan Pembahasan : Hasil menunjukkan bahwa determinan utama stunting meliputi rendahnya asupan gizi, ketidakterjangkauan pelayanan kesehatan, rendahnya pendapatan keluarga, serta kurangnya edukasi masyarakat. Selain itu, dampak stunting tidak hanya terbatas pada fisik anak, melainkan juga pada performa kognitif, produktivitas ekonomi, hingga risiko penyakit kronis di masa dewasa. Kesimpulan : Pentingnya sinergi lintas sektor dalam pencegahan stunting, dengan fokus pada pemenuhan gizi ibu dan anak, penguatan posyandu, edukasi gizi berbasis komunitas, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.
Copyrights © 2024