Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi kitab Al-Milal wa Al-Nihal karya Al-Shahrastani dalam memahami pluralisme modern melalui pendekatan komparatif antara pemikiran klasik Islam dan teori pluralisme kontemporer. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah pendekatan deskriptif dan analitis Al-Shahrastani terhadap berbagai keyakinan agama, serta membandingkannya dengan pandangan tokoh-tokoh pluralisme modern seperti John Hick dan Seyyed Hossein Nasr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab ini mengusung semangat keterbukaan, netralitas, dan penghormatan terhadap keragaman agama yang sejalan dengan nilai-nilai pluralisme modern. Meskipun demikian, beberapa tantangan ditemukan, terutama dalam hal adaptasi bahasa dan konteks konsep agar lebih relevan dengan realitas global saat ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Milal wa Al-Nihal memiliki potensi besar sebagai landasan teoritis dalam membangun dialog antaragama yang inklusif dan toleran di era kontemporer.
Copyrights © 2025