Perilaku siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Gandangbatu Sillanan selama dua tahun menunjukkan sejumlah masalah, seperti berbohong, mencuri, tidak mengerjakan tugas, dan perilaku kasar. Masalah ini mencerminkan merosotnya moral siswa, yang memerlukan perhatian serius. Gagasan pendidikan karakter diharapkan dapat mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan nilai-nilai kebaikan dan perilaku yang baik. Pendidikan moral dan karakter harus terintegrasi pendidikan formal, sehingga siswa dapat mengembangkan akhlak yang baik sejak dini. Membangun karakter siswa berarti menciptakan pola sikap yang mencerminkan moral Kristen dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, sekolah perlu mendefinisikan dengan jelas hasil pendidikan yang diharapkan dan memastikan bahwa pembentukan karakter dilakukan secara konsisten. Kurikulum yang hanya bersifat teoritis tidak cukup. Pembelajaran karakter harus diterapkan secara praktis dalam aktivitas siswa sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana pendidikan agama Kristen dapat menjadi instrumen dalam membangun karakter siswa. Sekolah dapat mengembangkan kurikulum yang relevan untuk karakter siswa, mengoptimalkan peran pendidik, serta mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam pendidikan agama Kristen.
Copyrights © 2025