Kaum muda Katolik di Sulawesi kurang memiliki kebiasaan ziarah rohani. Hal ini tentu merupakan hasil dari pengaruh tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alasan yang ikut berpengaruh pada kebiasaan ziarah kaum muda Katolik di sana. Kebiasaan ini kemungkinan akan mengalami perubahan ketika mereka masuk dalam lingkungan baru. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dengan orang muda Katolik dari Sulawesi yang berkuliah dan berdomisili di Yogyakarta. Penelitian ini menemukan bahwa kebiasaan ziarah rohani kaum muda Katolik dari Sulawesi tidak hanya dibentuk oleh ajaran iman internal, melainkan sangat dipengaruhi oleh intensitas keterpaparan terhadap praktik ziarah di lingkungan sosial sekitarnya. Secara khusus, minimnya budaya ziarah di daerah asal mereka (Sulawesi), kecuali di wilayah dekat tempat ziarah, menyebabkan rendahnya minat ziarah di kalangan kaum muda. Namun, ketika mereka berpindah ke lingkungan baru yang memiliki budaya ziarah kuat (seperti di Yogyakarta), terjadi perubahan perilaku religius, yaitu tumbuhnya minat dan kebiasaan ziarah sebagai bentuk adaptasi dan internalisasi nilai lingkungan baru.
Copyrights © 2025