Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi teknis dan kontribusi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap rumah tangga dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik konvensional di Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui simulasi produksi energi PLTS atap dengan data periode 2020–2023. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS atap mampu menghasilkan rata-rata energi sebesar 5.156 kWh per tahun, jauh melebihi konsumsi listrik rata-rata rumah tangga sebesar 1.204 kWh per tahun. Dalam skenario simulasi, jika 10% rumah tangga di Surabaya memasang PLTS atap, total energi yang dihasilkan mencapai 401 GWh per tahun, atau sekitar 33% dari total konsumsi rumah tangga kota. Hasil ini menunjukkan bahwa PLTS atap dapat secara signifikan mengurangi beban pasokan dari PLN, menghasilkan surplus energi, serta mendukung kebijakan transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi implementasi PLTS atap secara luas melalui kebijakan insentif, edukasi publik, dan dukungan teknis.
Copyrights © 2025