Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan oleh tim kontestan dalam proses seleksi peserta untuk program televisi Family 100 produksi Fremantlemedia Indonesia. Program ini tidak hanya menekankan kemampuan menjawab pertanyaan kuis, tetapi juga mempertimbangkan aspek hiburan, ekspresi vitas, dan kekompakan tim untuk menciptakan interaksi yang menarik bagi penonton. Proses seleksi dilakukan melalui pendekatan daring dan luring, yang mencakup tahap perkenalan, unjuk bakat, joget heboh, dan simulasi kuis. Tim produksi mempertimbangkan keterikatan emosional, hubungan sosial (keluarga, teman kerja, komunitas), dan kemampuan tampil di depan kamera sebagai faktor utama dalam memilih kontestan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada key informan dan juga partisipasi aktif, serta menerapkan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979) dan Teori Penetrasi Sosial (Altman & Taylor, 1973) untuk menganalisis dinamika hubungan antar anggota tim serta potensi daya tarik emosional peserta terhadap audiens. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pemilihan kontestan berperan penting dalam membentuk pengalaman menonton yang menghibur sekaligus membangun kedekatan sosial antara penonton dan peserta. Strategi ini menjadi elemen kunci keberhasilan acara karena dapat menjaga daya tarik program sekaligus meningkatkan partisipasi pemirsa. Kata Kunci: Strategi Seleksi, Tim Kontestan, Family 100, Program Televisi
Copyrights © 2025