Bruxism berhubungan dengan tidur, seiring dengan meningkatnya kecemasan serta stres selama tidur dan kualitas tidur yang buruk adalah alasan utamanya. Smartphone menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, terutama dalam aktivitas akademik dan sosial. Namun, penggunaan smartphone di malam hari dapat menghambat produksi melatonin akibat paparan cahaya biru, yang berpotensi meningkatkan kejadian bruxism. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan penggunaan smartphone terhadap kejadian bruxism pada mahasiswa kepaniteraan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah mahasiswa kepaniteraan sebanyak 103. Kualitas tidur diukur menggunakan indeks Pittsburgh Sleep Quality Index, Penggunaan smartphone menggunakan self-reported Questionnaire dan Bruxism diukur menggunakan self-reported Questionnaire dan observasi orang sekitar. Analisis data menggunakan SPSS ver. 26. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur terhadap kejadian bruxism (p=0,041) dan penggunaan smartphone terhadap kejadian bruxism (p=0,043). Kesimpulan: kualitas tidur dan penggunaan smartphone berhubungan dengan bruxism.
Copyrights © 2025