Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan drastis dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan pola interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran matematika di era pasca pandemi, dengan fokus pada guru-guru matematika dari tiga sekolah menengah (SMP dan SMA) di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi mendorong guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan mengembangkan komunikasi yang lebih personal dengan siswa. Di era pasca pandemi, banyak inovasi tersebut tetap dipertahankan, termasuk penggunaan media digital, pendekatan pembelajaran campuran (blended learning), dan penguatan hubungan sosial emosional dengan siswa. Pembelajaran matematika tidak lagi didominasi oleh metode ceramah satu arah, melainkan berkembang menjadi proses yang lebih kolaboratif dan adaptif. Meskipun demikian, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan dampak learning loss tetap perlu diperhatikan. Penelitian ini menekankan pentingnya revitalisasi pembelajaran matematika yang kontekstual, inklusif, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Copyrights © 2023