Kekerasan merupakan fenomena sosial yang selalu hadir di tengah masyarakat dan sering kali menjadi bagian dari produk hiburan seperti film, video game, dan acara televisi. Ironisnya, meskipun kekerasan tidak disukai dalam kehidupan nyata, banyak orang justru menikmati kekerasan yang ditampilkan dalam media hiburan. Untuk memahami fenomena ini, dilakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi terhadap konten hiburan populer yang mengandung unsur kekerasan. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif di balik ketertarikan masyarakat terhadap kekerasan sebagai hiburan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam hiburan dinikmati karena beberapa alasan, antara lain sebagai bentuk pelampiasan emosi (katarsis), rasa ingin tahu terhadap hal-hal ekstrem, serta pengaruh budaya media yang membentuk persepsi bahwa kekerasan adalah bagian dari hiburan yang normal. Selain itu, terjadi desensitisasi atau penurunan kepekaan terhadap kekerasan akibat paparan yang terus-menerus, terutama di kalangan remaja. Dengan demikian, fenomena kekerasan sebagai hiburan bukan hanya persoalan moral, tetapi juga melibatkan aspek psikologis, sosial, dan budaya yang saling berkaitan.
Copyrights © 2025