Artikel ini bertujuan mengemukakan paradigma teologi kosmik Delio tentang Allah sebagai The Wholeness. Paradigma itu secara sederhana mengacu kepada kesadaran bahwa seseorang adalah bagian dari keseluruhan dan keseluruhan menjadi bagian dari orang itu. Dalam kesadaran itu, seseorang meyakini dan melihat Allah dalam alam semesta sebagai proses kehidupan yang dinamis, terbuka (unfolding life), dan kreatif. Metode yang dipakai dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan. Penulis mengkaji tulisan-tulisan Delio berupa buku dan artikel ilmiah. Delio melihat keserupaan spirit antara penemuan-penemuan sains dan iman Katolik. Penemuan-penemuan sains seperti kosmologi Einstein, teori khaos, dan teori evolusi memperlihatkan gambaran ruang-waktu yang bersifat dinamis, relasional, dan terbuka. Dalam iman Katolik, gambaran itu juga diperlihatkan dalam pemahaman tentang Kristus kosmik. Dalam Kristus, setiap makhluk saling berbagi dalam keterhubungan mereka dengan dimensi kehidupan kosmik. Oleh karena itu, Delio menyelidiki arti Kristus kosmik itu dalam Kitab Suci, Bapa-Bapa Gereja, dokumen Konsili Vatikan II, dan Ajaran Sosial Gereja (ASG).
Copyrights © 2025