Stunting pada anak balita merupakan masalah kesehatan yang sering disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga masa balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan di Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 ibu dan balita, yang dipilih menggunakan teknik multi-stage sampling dan random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup informasi tentang status gizi ibu selama hamil, serta catatan riwayat Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dari buku KIA. Analisis data dilakukan dengan IBM SPSS Statistik 20 menggunakan uji Chi-square dan menghitung Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia anak, pendidikan ibu, usia ibu saat hamil, status pekerjaan, dan pendapatan keluarga berperan dalam kejadian stunting pada anak. Anak usia 12-36 bulan dan anak perempuan memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi. Meskipun ibu dengan status gizi KEK dianggap berisiko, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dan kejadian stunting pada anak dalam penelitian ini. Faktor sosial ekonomi, khususnya pendapatan keluarga, mempengaruhi pemenuhan gizi anak, terutama pada keluarga berpenghasilan rendah.
Copyrights © 2025