Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi, insidensi, dan mortalitas yang tinggi. Kondisi ini berdampak pada makroangiopati, mikroangiopati, serta gangguan sistem imun yang meningkatkan risiko infeksi. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar, memiliki banyak peserta ibadah haji yang berisiko tinggi terhadap penyakit infeksi akibat diabetes. Hal ini berkontribusi pada peningkatan beban pengobatan individu maupun pemerintah. Zat aktif berberin dari kunyit (Fibraurea tinctoria lour) memiliki implikasi dalam penanganan disrupsi sistem imun akibat diabetes. Studi ini menggali potensi hubungan berberin dalam restorasi mitogenesis dan mitofagi melalui metode in silico dengan melakukan penambatan molekular menggunakan Autodock Tools. Hasil penambatan molekular menunjukkan ΔG binding rata-rata dengan PGC1a bernilai -6.79kJ/mol, sedangkan untuk berberine dan AMPK bernilai -7.68kJ/mol serta root mean square deviation (RMSD) tertinggi sebesar 0.95 untuk PGC1a dan 0,47 untuk AMPK. Studi in silico mengindikasikan berberin merupakan senyawa yang memiliki potensial untuk memodulasi kerja PGC1a dan AMPK melalui interaksi biokimianya yang energetically favorable dan akurat sehingga dapat merestorasi disregulasi sistem imun dalam menurunkan risiko infeksi pada peserta ibadah haji dengan diabetes mellitus tipe 2.
Copyrights © 2025