Fluktuasi penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyebabkan permintaan bahan bakar avtur yang tidak menentu di Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai. Saat ini, sistem pengelolaan persediaan di terminal tersebut masih bergantung pada perkiraan kasar berdasarkan data historis, yang sering kali menyebabkan kekurangan stok saat terjadi lonjakan frekuensi penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode yang lebih akurat dalam meramalkan kebutuhan bahan bakar avtur serta mengontrol persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), safety stock, dan reorder point. Metode peramalan yang digunakan adalah Double Exponential Smoothing Holt’s, yang memungkinkan estimasi kebutuhan bahan bakar avtur yang lebih akurat dengan memperhitungkan tren data historis. Hasil peramalan menunjukkan bahwa kebutuhan avtur selama tahun 2024 diperkirakan sebesar 840.895.189 liter. Pemesanan optimal tahunan avtur menggunakan perhitungan EOQ adalah sebanyak 79.953.019 liter, dengan jumlah pemesanan per siklus sebanyak 6.662.752 liter. Safety stock yang disarankan adalah 10.020.997 liter, dan titik reorder point berada pada 21.540.109 liter. Implikasi dari penelitian ini adalah pengelolaan persediaan yang lebih efisien, yang dapat mengurangi risiko kekurangan bahan bakar dan meningkatkan kelancaran operasional penerbangan.
Copyrights © 2025