Fraktur penis adalah suatu kegawatdaruratan di bidang urologi yang sering terjadi pada saat hubungan seksual. Diagnosis fraktur penis sering kali mudah dan dapat dipastikan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Ditemukan suara berderak atau letupan saat tunika robek, diikuti oleh nyeri, detumesensi cepat, dan perubahan warna serta pembengkakan pada batang penis merupakan suatu tanda khas. Kasus pasien laki laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan nyeri yang disertai bengkak yang berwarna biru kehitaman dan berdenyut pada Penis. Keluhan tersebut dirasakan Pasien saat berhubungan badan dengan istrinya, terdengar suara krek pada penis saat lagi berhubungan badan (belum ejakulasi) dengan posisi istri di bawah pasien. Pemeriksaan fisik didapatkan pembengkakan penis,Hematom terlokalisasi di Badan penis yang disertai nyeri tekan. bisa buang air kecil normal dan tidak ditemukan hematuria. Penatalaksanaan non farmakologi (tirah baring, kateter) dan farmakologinya adalah IVFD NaCl 0,9% 20 tpm, inj. Ceftriaxone 1 gram/12 jam, Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam inj. Metamizol 1000 mg/8 jam, inj. Asam Traneksamat 500 mg/8jam. Tindakan operatif yaitu repair Tunika Albugenia. Berdasarkan hasil anamesis dan pemeriksaan fisik pada pasien dapat ditegakkan fraktur penis.
Copyrights © 2025