Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa flavonoid sebagai agen antidiabetes melalui pendekatan in silico. Metode penelitian yang digunakan adalah studi tinjauan pustaka yang bersifat kualitatif dan eksploratif, dengan fokus pada analisis molekuler flavonoid terhadap target-target enzim dan reseptor yang berperan dalam patofisiologi diabetes mellitus tipe 2. Literatur diperoleh secara sistematis dari database Scopus dengan kriteria inklusi berupa artikel penelitian asli yang dipublikasikan antara tahun 2015–2024 dan menggunakan pendekatan in silico seperti molecular docking, pharmacophore modeling, dan network pharmacology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavonoid seperti rutin, quercetin, vitexin, luteolin, kaempferol, dan butein memiliki nilai binding affinity yang tinggi terhadap enzim α-glukosidase, α-amilase, serta reseptor PPARγ. Senyawa-senyawa ini juga menunjukkan profil ADMET yang baik, termasuk bioavailabilitas oral tinggi dan risiko toksisitas rendah, serta validasi metode docking dengan nilai RMSD < 2 Å. Simpulan, bahwa flavonoid memiliki potensi kuat sebagai kandidat terapi alami diabetes, meskipun tantangan seperti bioavailabilitas rendah dan stabilitas metabolik masih memerlukan solusi lebih lanjut melalui formulasi dan validasi eksperimental lanjutan. Kata Kunci : Flavonoid, Antidiabetes, In silico, Molecular docking, ADMET
Copyrights © 2025