Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini menganalisis 11 scene kunci dari film Pengabdi Setan yang menggunakan teknik practical lighting, didominasi oleh penggunaan lampu minyak. Hasil analisis menunjukkan bahwa practical lighting secara efektif membangun suasana menegangkan dan menyeramkan. Penggunaan low key lighting dengan kontras tinggi yang dihasilkan dari sumber cahaya praktis seperti lampu meja, lampu tidur, senter, dan lampu minyak, menciptakan ruang visual sempit, bayangan pekat, dan ketidakpastian yang intens, yang secara langsung memicu ketegangan psikologis dan rasa takut pada penonton. Penelitian ini menegaskan bahwa practical lighting berfungsi sebagai alat esensial untuk menyusun suasana, visual, dan narasi film horor secara efektif, terbukti dari keberhasilan film Pengabdi Setan dalam meraih apresiasi penonton dan nominsi tata sinematografi terbaik.
Copyrights © 2025