Konstruksi media berpotensi mempengaruhi persepsi dan membentuk sikap khalayak terhadap masyarakat disabilitas. Adapun film dan sastra juga menjadi fokus utama dalam mengkaji representasi disabilitas pada media, salah satunya film "Jingga" melalui trailernya. Saya memilih meneliti trailer daripada film secara keseluruhan karena saya ingin mengetahui cuplikan yang ingin ditonjolkan sebagai bagian dari promosi film tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana trailer Jingga menjadi bagian dari perwujudan resistensi disabilitas yang dilakukan oleh produser sekaligus sutradara film tersebut. Saya memilih pendekatan teori representasi Stuart Hall disertai dengan teori bell hooks tentang marginalitas sebagai ruang keterbukaan radikal. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam trailer Jingga terlihat bahwa saat disabilitas dipertemukan dalam ruang marginalitasnya, mereka dapat melakukan resistensi dan mengaktualisasikan diri. Meski demikian, Saya masih menemukan adanya upaya alienasi terhadap disabilitas pada trailer tersebut.
Copyrights © 2025