Tujuan dari riset ini adalah untuk menggambarkan pandangan pernikahan orang sabu dan penikahan secara kekristenan. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah metode sosial historis dengan pendekatan kualitatif. Subyek dari riset ini adalah tokoh adat, masyarakat, tokoh agama, pendeta. Maka hasil penelitian yang diperoleh saat melakukan penelitian adalah Gereja Masehi Injili di Timor bersikap terbuka dan dengan sepenuh hati menerima berbagai masukan yang terpercik dari nuansa kehidupan manusia dan masyarakat Sabu, dan dalam hal ini perkawinan kenoto. Makna dan nilai serta fungsi kehidupan yang terdapat dalam adat, tradisi dan budaya, haruslah diterima oleh Gereja Masehi Injili di Timor sebagai sesuatu yang positif dalam rangka mengembangkan cara pastoral yang lebih berpihak pada kepentingan manusia dan masyarakat sederhana. Serentak sikap Gereja Masehi Injili di Timor seperti ini menjadi indikator yang baik bahwa ia selalu membuka peluang untuk menghormati harga diri manusia dan secara luas pula memberi respek kepada Hak Azasi Manusia dalam citra berbudaya manusia dan masyarakat Sabu.
Copyrights © 2023