Meskipun cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun belum banyak ditanam oleh petani Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling tepat untuk pertumbuhan dan produktivitas cabai katokkon di tanah aluvial serta interaksi antara pupuk NPK dengan kompos dari limbah tebu. Lokasi penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Maret sampai dengan 5 Juni 2024 di Jalan Sepakat II, Gang. Racana Untan, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Tahap awal, dosis pupuk NPK (A) yang diberikan adalah a1 = 100 kg/ha, a2 = 200 kg/ha, dan a3 = 300 kg/ha. Tahap kedua, dosis kompos ampas tebu (N) diberikan sebanyak tiga taraf, yaitu n1 = 10 ton/ha, n2 = 20 ton/ha, dan n3 = 30 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan dan hasil cabai katokkon pada tanah aluvial dipengaruhi oleh interaksi antara pupuk NPK dan kompos ampas tebu. Untuk meningkatkan jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman cabai katokkon pada tanah aluvial, kombinasi yang paling berhasil dan efisien adalah pemberian pupuk NPK 300 kg/ha dan kompos ampas tebu 10 ton/ha.
Copyrights © 2025