Pertumbuhan tanaman salah satunya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu cekaman kekeringan. Pertunasan tanaman tebu pada lahan gambut sering kali mengalami cekaman kekeringan karena gambut memiliki sifat yang rendah dalam menyimpan air selain itu tebu juga memiliki perakaran yang dangkal sehingga akar kesulitan dalam menjangkau air. Oleh karena itu pertumbuhan awal (vegetatif) tanaman tebu akan terhambat apabila pada fase pertunasan mengalami kekeringan, sehingga perlu recovery agar pertumbuhannya optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dan menentukan durasi biopriming Trichoderma spp dalam recovery pertumbuhan klon tebu cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan di lahan percobaan serta Green House Politeknik Negeri Pontianak yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 5 perlakuan sebanyak 6 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu durasi biopriming (T0: Kontrol, T1: 6 jam, T2: 12 jam, T3: 18 jam, T4: 24 jam). Penelitian ini diawali dengan perbanyakan Trichoderma sp, dilanjutkan pertunasan kemudian penanaman dalam polybag. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan dan pengamatan lingkungan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Perlakuan biopriming Trichoderma spp berpengaruh terhadap tinggi tanaman klon tebu dalam recovery pertumbuhan setelah mengalami cekaman kekeringan. Durasi biopriming Trichoderma spp selama 24 jam (P4) merupakan durasi yang sesuai untuk meningkatkan tinggi tanaman klon tebu dalam recovery pertumbuhan setelah mengalami cekaman kekeringan
Copyrights © 2025