Novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya secara garis besar mengisahkan tentang perjuangan perempuan demi harkat dan kebebasannya. Novel Genduk Duku dan Lusi Lindri ini menggunakan latar sejarah Kerajaan Mataram abad ke-17 dengan suasana tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Sultan Agung dan masa pemerintahan putra mahkota Amangkurat I yang bercorak feodal dan patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri serta mengungkap pandangan Y. B. Mangunwijaya sebagai penulis tentang gerakan feminisme liberal dalam kedua novelnya tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa kalimat, rangkaian kalimat, dan paragraf dianalisis dengan teori feminisme Tong (1998) dan teori wacana kritis Fairclough (1995). Teori Tong (1998) digunakan untuk mengungkapkan gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri, sementara itu teori analisis wacana kritis Fairclough (1995) digunakan untuk mengungkap pandangan Y. B. Mangunwijaya terhadap gerakan feminisme liberal. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) gerakan feminisme liberal terdapat di dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya yang diperlihatkan melalui tokoh-tokoh perempuannya; (2) Y. B. Mangunwijaya berpandangan setuju dan mendukung gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu linguistik, sastra, dan analisis wacana.
Copyrights © 2025