Congregational welfare represents a crucial indicator of successful, holistic church ministry. However, numerous churches remain primarily focused on spiritual service without adequate attention to the economic empowerment of their congregants. This article analyzes how ministry management and economic empowerment can be optimized within the local church context to achieve comprehensive welfare. Employing a qualitative-descriptive approach and literature review, this article highlights the importance of empowering leadership, contextual ministry strategies, and the church's role in developing community-based economic ecosystems. The findings demonstrate that churches integrating spiritual and socio-economic aspects of ministry in a balanced manner demonstrate greater capacity to foster congregational transformation and enhance collective welfare. Abstrak Kesejahteraan jemaat merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pelayanan gerejawi yang holistik. Namun, banyak gereja masih terfokus pada pelayanan spiritual semata tanpa memperhatikan aspek pemberdayaan ekonomi jemaat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi dapat dioptimalkan dalam konteks gereja lokal guna mewujudkan kesejahteraan yang menyeluruh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan kajian literatur, artikel ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang memberdayakan, strategi pelayanan yang kontekstual, serta peran gereja dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas. Temuan menunjukkan bahwa gereja yang mengintegrasikan aspek pelayanan rohani dan sosial-ekonomi secara seimbang lebih mampu mendorong transformasi jemaat dan meningkatkan kesejahteraan kolektif.
Copyrights © 2025