Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMAHAMI KEPRIBADIAN YANG SAKIT DAN USAHA MENGATASINYA DALAM PERSPEKTIF ORANG DEWASA Kusni, Markus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.762 KB)

Abstract

Kepribadian yang mengalami sakit mengakibatkan terganggunya aktivitas laindalam kehidupan. Sakit yang dimaksud bukan hanya berupa penyakit jasmani,melainkan juga persoalan yang berkaitan dengan psikologi. Tujuan penelitian iniadalah untuk menjelaskan pentingnya memahami orang-orang yang mengalamisakit secara kepribadian, dan bagaimana cara untuk mengatasinya dilihat daripandangan orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif yang merupakan sebuah kajian kualitatif dengan pendekatan literaturdari sunber buku-buku kepustakaan dan sumber penunjang lainnya. Kesimpulanyang diperoleh dalam kajian penelitian ini bahwa perlunya kesadaran diri danmemahami potensi diri untuk menanggulangi dampak negatif darikecenderungan psikologis tersebut.Kata kunci: Kepribadian Sakit, Psikologi dan Orang Dewasa.
Optimalisasi Pengelolaan Pelayanan dan Pemberdayaan Ekonomi dalam Konteks Gereja: Menuju Kesejahteraan Jemaat Kusni, Markus
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 9 No 1: Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v9i1.542

Abstract

Congregational welfare represents a crucial indicator of successful, holistic church ministry. However, numerous churches remain primarily focused on spiritual service without adequate attention to the economic empowerment of their congregants. This article analyzes how ministry management and economic empowerment can be optimized within the local church context to achieve comprehensive welfare. Employing a qualitative-descriptive approach and literature review, this article highlights the importance of empowering leadership, contextual ministry strategies, and the church's role in developing community-based economic ecosystems. The findings demonstrate that churches integrating spiritual and socio-economic aspects of ministry in a balanced manner demonstrate greater capacity to foster congregational transformation and enhance collective welfare.   Abstrak Kesejahteraan jemaat merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pelayanan gerejawi yang holistik. Namun, banyak gereja masih terfokus pada pelayanan spiritual semata tanpa memperhatikan aspek pemberdayaan ekonomi jemaat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi dapat dioptimalkan dalam konteks gereja lokal guna mewujudkan kesejahteraan yang menyeluruh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan kajian literatur, artikel ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang memberdayakan, strategi pelayanan yang kontekstual, serta peran gereja dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas. Temuan menunjukkan bahwa gereja yang mengintegrasikan aspek pelayanan rohani dan sosial-ekonomi secara seimbang lebih mampu mendorong transformasi jemaat dan meningkatkan kesejahteraan kolektif.
Dari upper room ke open heart: Evolusi kepemimpinan Pentakostal-Karismatik kontemporer Kusni, Markus; Runtuwene, Daniel
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.940

Abstract

This article explores the paradox of the early church that simultaneously displays resilient and fragile characteristics in its development. Through the lens of contemporary Pentecostal theology, this study examines how the early Christian community persisted and flourished amidst external challenges such as persecution and internal pressures exemplified by identity conflicts. The analysis demonstrates that the early church's resilience was rooted precisely in its acknowledgment of fragility. This ecclesiological model offers valuable insights for the contemporary church in confronting an increasingly complex world. This article proposes that Pentecostal theology can provide a fresh interpretive framework for understanding the dynamics of strength-in-weakness that characterizes the apostolic church by integrating pneumatological readings of the book of Acts and the Pauline epistles.   Abstrak Artikel ini mengeksplorasi transformasi paradigma kepemimpinan dalam tradisi Pentakostal modern, dengan fokus pada pergeseran dari model kepemimpinan karismatik-hierarkis menuju pendekatan hospitalitas yang lebih inklusif. Melalui analisis teologis dan sosiologis, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kepemimpinan Pentakostal kontemporer menggabungkan elemen karismatik tradisional dengan nilai-nilai hospitalitas yang menekankan keterbukaan, penerimaan, dan pemberdayaan komunitas. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur untuk memetakan evolusi kepemimpinan ini dalam konteks global dan Indonesia.