Semakin maraknya penggunaan mobile atau android khususnya pada anak, semakin banyak pula anak - anak yang terpengaruh hingga akhirnya menjadi malas belajar, kurang bersosialisasi, bahkan berperilaku acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar karena kesenangannya dalam dunia maya dan mengabaikan dunia nyata. Maka dari itu penulis menggagas sebuah “Program Literasi Gardu Taman Baca Berbasis Kearifan Lokal Dalam Upaya Mewujudkan Generasi Literat di RW 05 Kelurahan Duri Kosambi“. Metode yang dilakukan deskriptif kuantitatif dengan dilakukannya survei terhadap 30 responden. Hasil dari survei didapatan bahwa program literasi Taman Baca Carita sebagai wujud pengenalan budaya literasi kepada anak-anak dalam upaya meningkatkan minat baca dan mengurangi kecanduan dalam bermain game online. Melalui kuesioner dan wawancara sebagai pengumpulan datanya dihasilkan program literasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca saja, akan tetapi juga terdapat berbagai kegiatan yang terientegrasi dengan kearifan lokal guna menumbuhkan budaya literasi pada anak. Alasan Taman Baca Carita memilih pos ronda sebagai pusat lokasi taman baca karena seringnya pos ronda tersebut disalahgunakan anak – anak untuk menjadi pusat dalam bermain game online.
Copyrights © 2025