Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan gaya hidup masyarakat yang masih bergantung pada plastik sekali pakai. Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang sampah plastik ke laut, dengan sebagian besar limbah plastik tidak mengalami proses daur ulang. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), salah satunya melalui inovasi ecobrick. Kegiatan ini membahas mengenai edukasi dan pendampingan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Yogyakarta kepada remaja di Dusun Malang dalam mengolah sampah plastik menjadi meja ecobrick. Kegiatan diawali dengan observasi untuk mengidentifikasi jenis sampah dominan, di mana botol minyak bekas ditemukan sebagai sampah terbanyak. Selanjutnya, remaja dilibatkan dalam seluruh proses pembuatan ecobrick, mulai dari pengumpulan bahan, pengisian botol, hingga perangkaian menjadi meja. Anak-anak kelompok belajar juga turut berpartisipasi dalam pengumpulan bahan dengan sistem reward sebagai bentuk motivasi. Hasil dari kegiatan ini berupa 9 meja ecobrick yang dialokasikan untuk pojok baca dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Dusun Malang, dengan tujuan mendukung fasilitas literasi dan pembelajaran. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih bijak serta menjadi inspirasi dalam memanfaatkan limbah plastik secara kreatif dan inovatif.
Copyrights © 2025