Kekurangan gizi pada masa emas pertumbuhan anak usia 0–3 tahun berdampak signifikan terhadap perkembangan otak, yang dapat menyebabkan penurunan kecerdasan dan meningkatkan risiko stunting. Stunting bukan hanya masalah individu, tetapi berdampak jangka panjang terhadap produktivitas bangsa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu balita di Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung di posyandu, dengan melibatkan kader kesehatan dan dukungan dari Puskesmas setempat. Selain itu, media sosial dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan komunikasi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam menerapkan pola gizi seimbang pada balita. Intervensi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting serta meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025