Pabrik Gula Krebet Baru II yang terletak di Malang merupakan pabrik gula yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan kapasitas harian sebanyak 5800 ton/hari. Industri gula merupakan salah satu industri berbasis pertanian dengan menjadikan tebu sebagai bahan baku untuk menghasilkan gula. Pada proses pembuatan gula, proses penguapan merupakan proses yang cukup penting untuk memekatkan suatu larutan (nira encer) yang terdiri dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah, sehingga dihasilkan larutan yang lebih pekat (nira kental) serta memiliki konsentrasi yang tinggi. PG Krebet Baru II mengoperasikan evaporator (stasiun penguapan) secara quintuple-effect, dimana ada 5 evaporator yang dioperasikan secara paralel. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan mengenai neraca massa (mass balance), neraca energi (heat balance) dan luas perpindahan panas pada setiap evaporator. Hasil yang didapatkan untuk neraca massa yaitu 205,23 ton/jam, untuk neraca energi yaitu 3449,90 kW/jam. Sedangkan luas perpindahan panas pada setiap evaporator pada tekanan 0,9 kg/cm2 berturut-turut 4096,544258 m2; 5493,948288 m2; 4801,174205 m2; 4326,714024 m2; 3884,898784 m2. Luas perpindahan panas pada evaporator dapat mempengaruhi brix yang dihasilkan dari setiap evaporator dan diharapkan nira kental yang keluar dari stasiun penguapan memiliki brix sebesar 65%.
Copyrights © 2025