Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan secara reformis yang dilakukan Arab Saudi dengan megaproyek ambisius, yaitu Saudi Vision 2030. Saudi Vision bertujuan merubah ketergantungan ekonomi yang selama ini berada pada minyak bumi. Upaya menjaga dan mengimplementasikan proyek Saudi Vision 2030, membuat pemerintah Arab Saudi menghilangkan nilai dan wajah yang selama ini melekat dalam setiap kebijakannya. Alhasil Muhamad Bin Salman (MBS) selaku pelopor Saudi Vision 2030 memilih meninggalkan ulama Wahabi dan nilai ajarannya. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka (buku, jurnal elektronik, working paper, dan berita online) dalam rentang 2016-2024. Hasil penelitian menunjukan program Saudi Vision 2030 salah satunya industri hiburan bertentangan dengan nilai dan ajaran ulama Wahabi yang selama ini berbagi peran dengan Kerajaan Arab Saudi. Adapun strategi yang dilakukan MBS adalah meredam pendapat dan aktivitas Wahabi, seperti menangkap ulama, meminta untuk tidak mengkritik kebijakan, dan mengubah kurikulum serta kebijakan dengan yang lebih modern. Hasil dari kebijakan tersebut berimplikasi adanya, potensi konflik dengan ulama Wahabi yang selama ini dekat dengan kerajaan Saudi Arabia. Hal tersebut dapat diperkeruh dengan perlawanan dari keluarga Al Saud yang memiliki ikatan emosional dengan ulama Wahabi, dan kehilangan kepercayaan Negara. Kata kunci: Konflik, Saudi Vision 2030, Studi Pustaka, dan Ulama Wahabi
Copyrights © 2025