Fenomena pertumbuhan pariwisata halal global yang mencapai 160 juta wisatawan Muslim dengan pengeluaran USD 220 miliar pada tahun 2019 telah mendorong negara-negara non-Muslim untuk mengembangkan sektor pariwisata ramah Muslim. Jepang, sebagai negara dengan minoritas Muslim kurang dari 1% populasi, menginisiasi pengembangan Muslim-friendly tourism sejak 2013 melalui "Visit Japan Campaign" sebagai strategi diplomasi publik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi pariwisata dan Muslim-friendly tourism untuk menganalisis strategi Jepang dalam mengembangkan pariwisata halal. Dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen kebijakan dan data sekunder, penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kebijakan pariwisata halal Jepang serta peran multi-stakeholder dalam pengembangannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan domestik seperti keterbatasan infrastruktur dan pemahaman halal, strategi komprehensif Jepang dalam mengembangkan ekosistem pariwisata halal melalui sertifikasi, pembangunan fasilitas, dan kerjasama internasional telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan posisi Jepang sebagai destinasi wisata ramah Muslim di tingkat global. Kata kunci: Daya Saing Global, Diplomasi Pariwisata, Jepang, Muslim-Friendly Tourism, Pariwisata Halal.
Copyrights © 2025