Kampung Inggris Pare yang bertepatan di desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur adalah salah satu kampung yang menjadi destinasi para pelajar dalam meningkatkan dan mengasah kemampuan bahasa inggris. Para pelajar diketahui datang ke kampung ini berasal dari daerah yang berbeda-beda dan mempunyai durasi belajar yang berbeda-beda. Di kampung ini terdapat fenomena sosial “orang datang dan pergi” sehingga terbentuklah stigma sosial “Pare Jahat” yang berkembang di masyarakat sekitar atau lingkungan para pelajar perantau. Berdasarkan pengalamatan peneliti bahwa kampung ini terkenal sebagai tempat singgah para pelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pemaknaan sosial terkait stigma “Pare Jahat”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan paradigma konstruktivisme, metode fenomenologi dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara mendalam serta teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi data, dan menggunakan teori Coordinated Management of Meaning (CMM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Para pelajar perantau memiliki proses pemaknaan yang berbeda-beda mengenai stigma sosial “Pare Jahat” di Kampung Inggris Pare Jawa Timur. Fakta di lapangan menunjukan bahwa interaksi sosial memiliki peran yang penting dalam pengkoordinasian makna individu sebagai makhluk sosial. Kata kunci: CMM; Kampung Inggris; Pelajar Perantau; Stigma Sosial
Copyrights © 2025