Masalah sampah organik di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Sampah organik mendominasi komposisi sampah di Indonesia sebesar 62%. Biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah organik berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas biokonversi antara sampah pasar dan rumah makan sebagai pakan maggot. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan enam wadah biokonversi, terdiri dari tiga perlakuan (sampah pasar, rumah makan, dan campuran) dan tiga kontrol, selama 14 hari. Hasil menunjukkan bahwa maggot yang mengkonsumsi sampah rumah makan menghasilkan kadar protein (44,6%) dan lemak (41,85%) tertinggi, serta durasi biokonversi tercepat (12 hari). Sebaliknya, sampah pasar memiliki kadar air tinggi sehingga memperlambat proses biokonversi (14 hari). Semua kasgot memenuhi baku mutu SNI kecuali kadar air pada kasgot sampah pasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis sampah organik mempengaruhi efektivitas biokonversi, dengan sampah rumah makan menunjukkan hasil paling optimal sebagai pakan alternatif maggot.
Copyrights © 2025