Kentang adalah tanaman semusim dataran tinggi yang menjadi prioritas pengembangan di Indonesia dan merupakan pangan keempat dunia. Masalah utama dalam budidayanya adalah keterbatasan benih bermutu, yang sangat memengaruhi produktivitas. Petani umumnya masih menggunakan umbi bibit kecil dari hasil panen sebelumnya, bukan bibit unggul. Program pembinaan dilakukan melalui dua metode, yaitu pembibitan dari umbi benih dan stek batang. Stek dilakukan dari tanaman sehat berumur sekitar dua minggu, lalu dipotong, direndam fungisida dan ZPT, serta ditanam dalam media arang sekam, cocopeat, dan kompos. Setelah 5–7 hari akar mulai tumbuh, dan bibit siap tanam atau jual dalam 3–4 minggu dengan harga Rp1.000–Rp1.500 per batang. Penanaman di lahan sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore, dengan pupuk kandang matang dan mulsa untuk menjaga kelembapan.
Copyrights © 2022