Manusia sebagai makhluk spiritual memiliki kebutuhan untuk terhubung dengan kekuatan transendental yang membimbing kehidupannya. Dalam tradisi Islam, hubungan ini tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga personal dan batiniah. Salah satu bentuk paling mendalam dari hubungan tersebut adalah ketika manusia menerima petunjuk dari Allah melalui qalbu (hati). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman komunikasi intrapersonal Islami dalam bentuk hidayah Allah melalui qalbu (hati), serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter Islami seperti kesabaran, kejujuran, keikhlasan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 3 informan yang memiliki kesadaran spiritual tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidayah Allah dirasakan melalui ketenangan hati, dorongan kebaikan, dan keyakinan batin yang kuat, khususnya dalam mengambil keputusan moral. Komunikasi batin ini terjadi dalam konteks ibadah, refleksi diri, dan tazkiyatun nafs, yang pada akhirnya membentuk karakter seperti kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa qalbu yang bersih berperan penting sebagai saluran petunjuk Illahi, dan dapat menjadi fondasi dalam pendidikan karakter berbasis spiritualitas Islam.
Copyrights © 2025