Infeksi HIV dan sindrom AIDS merupakan salah satu isu kesehatan fisik berskala global yang menunjukkan tren peningkatan, khususnya di kalangan usia remaja. Ketidaknyaanan atau minimnya edukasi tentang HIV dan AIDS dapat mendorong munculnya perilaku berisiko yang berujung pada meluasnya penyebaran penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana intervensi edukatif dapat memengaruhi tingkat pemahaman serta respons perilaku remaja terhadap isu HIV/AIDS. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengidentifikasi metode edukasi yang paling efektif dalam mendorong tindakan preventif, serta menelaah faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi program pendidikan tersebut. Metode yang digunakan adalah literature review melalui pendekatan studi pustaka melalui Google Scholar, dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang relevan. Pemilihan 10 artikel ini dibatasi untuk menjaga kualitas, kedalaman analisis serta mempertimbangkan waktu dan ruang lingkup penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian materi life skills, media leaflet, video secara konsisten mampu meningkatkan kesadaran remaja sekaligus mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih aman. Dapat dismpulkan bahwa edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan memiliki pengaruh positif terhadap sikap dan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS. Adapun strategi penyampaian informasi yang terbukti efektif mencakup sesi edukasi langsung (tatap muka) serta penggunaan media audiovisual untuk memperkuat pemahaman peserta. Keberhasilan program edukasi ini bergantung pada sejumlah hal, seperti relevensi isi materi dengan kebutuhan audiens, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, kondsi sosial budaya, serta dukungan dari institusi pemerintah dan kondisi fisik individu penerima informasi.
Copyrights © 2025