Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) merupakan kondisi kuman Mycobacterium tuberculosis yang telah resisten terhadap isoniazid dan rifampisin dengan atau tanpa OAT lainnya. Banyaknya jumlah obat pada terapi TB MDR serta rendahnya angka keberhasilan pengobatan mendorong untuk mengevaluasi permasalahan terkait pengobatan (DRPs) yang terjadi pada pasien TB MDR tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasional metode potong lintang. Pengamatan sampel dilakukan secara prospektif pada pasien TB MDR rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSP Ario Wirawan Salatiga. Klasifikasi DRPs mengacu pada klasifikasi pharmaceutical care network Europe versi 8.02. Kejadian DRPs pada pasien rawat jalan TB MDR terjadi pada seluruh pasien (117 pasien) dengan total 168 kasus. DRPs kategori efektifitas terapi 29,51% (51 kasus), DRPs kategori keamanan terapi 70,49% (117 kasus).
Copyrights © 2025