Penelitian ini menganalisis peran diplomasi pertahanan dalam memperkuat industri pertahanan domestik di negara berkembang dengan studi kasus India dan Brasil. India menerapkan kebijakan "Make in India" untuk mencapai kemandirian melalui produksi dalam negeri dan transfer teknologi. Sementara itu, Brasil mengandalkan kemitraan internasional, terutama dengan Swedia dan Prancis, untuk mengembangkan sektor dirgantara dan maritimnya. Studi ini membandingkan efektivitas kedua strategi dalam dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan ekspor pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan India memperkuat kemandirian jangka panjang, sedangkan strategi Brasil memungkinkan akuisisi teknologi yang lebih cepat. Studi ini memberikan rekomendasi strategis bagi negara berkembang dalam meningkatkan industri pertahanan melalui kerja sama diplomasi.
Copyrights © 2025