Kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi gabungan bangun ruang masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah erat kaitannya dengan kemampuan bernalar dalam meghasilkan strategi untuk memecahkan masalah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses berpikir siswa SMP dalam memecahkan masalah luas permukaan dan volume gabungan bangun ruang berdasarkan teori dual process. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatakn kualitatif dengan jenis studi kasus jamak, dengan pemilihan subjek berdasarkan indikasi aktifnya dual process dalam memecahkan masalah gabungan bangun ruang. Hasil penelitian ini ditemukan dua perbedaan dual process dalam pemecahan masalah, yaitu a.) Sistem 2 sebagai evaluator hasil dari sistem 1, subjek secara aktif mengevaluasi jawaban dari masalah yang diberikan, sehingga dapat meminimalkan kesalahan. b.) Tanpa pelibatan sistem 2 sebagai evaluator dari hasil sistem 1, subjek dalam memecahkan masalah tanpa adanya upaya untuk mengevaluasi kembali terhadap jawabannya, menyebabkan peningkatan kemungkinan jawaban yang salah. Aktifnya sistem 2 dalam proses pemecahan masalah sangatlah penting, ini karena sistem 2 berperan sebagai evaluator dari hasil aktifnya sistem 1, sehingga dapat meminimalkan kerugian.Kata kunci: pemecahan masalah, luas permukaan, volume, teori dual process, gabungan bangun ruang.
Copyrights © 2025