Tujuan penelitian ini untuk mempelajari tradisi permainan meriam karbit di kalangan etnis melayu Pontianak dan menemukan aspek matematika dari tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini ialah permainan meriam karbit dan objeknya adalah bentuk dan motif pada meriam karbit, sejarah meriam karbit, cara membuat meriam karbit, dan cara memainkan meriam karbit. Lokasi penelitian ini berada di tepian sungai Kapuas jalan Imam Bonjol Gg. H. Mursyid. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Meriam karbit merupakan tradisi yang sudah ada pada zaman kesultanan, berfungsi untuk memperingati awal berdirinya kesultanan Pontianak. Dalam tradisi permainan meriam karbit etnis melayu Pontianak mengandung konsep matematika, yaitu geometri yang dapat digunakan untuk mengajarkan konsep geometri bangun datar dan bangun ruang sisi lengkung. Sehingga dapat mempermudah siswa dalam melakukan abstraksi pada materi geometri. Sesuai dengan definisi etnomatematika, yang berarti pendekatan pembelajaran yang mengaitkan matematika dengan karya budaya dan kebutuhan masyarakat. Hasil dari penelitian ini dapat kita buktikan bahwa pembelajaran matematika berbasis budaya bisa lebih bermakna dan lebih kontekstual. Selain itu, pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan budaya (ethnomatematika) akan lebih menarik, inovatif dan menyenangkan karena sesuai dengan pengalaman siswa sebagai anggota masyarakat.
Copyrights © 2025