Axolotl (Ambystoma mexicanum) merupakan hewan unik yang populasinya sudah terancam punah. Axolotl merupakan yang unik, salah satu keunikannya adalah dapat meregenerasi hampir seluruh bagian tubuhnya. Di Indonesia sendiri masih sedikit sekali yang membudidayakan hewan satu ini. Di Indonesia kegiatan budidaya axolotl banyak menemui hambatan terutama karena faktor lingkungan yang sangat berbeda dengan habitat aslinya. Salah satu kendala utama untuk membudidayakan axolotl adalah suhu. Untuk membuat lingkungan yang sesuai untuk axolotl tumbuh dan berkembang diperlukan bantuan alat. Salah satu alat yang digunakan adalah ultra recirculate chiller system (URCS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manipulasi suhu yang berbeda terhadap pertumbuhan axolotl. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan penggunaan tiga perlakuan suhu yang berbeda (18°C, 22°C dan 26°C). Parameter utama yang diuji adalah tingkat kelulushidupan (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan rasio konversi pakan (FCR). Hasil penelitian menunjukkan suhu berpengaruh terhadap tingkat kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan. Perlakuan terbaik didapat pada perlakuan suhu 18°C dengan SR 100%, SGR 0,49%.
Copyrights © 2025