Seiring berkembangnya sistem pertanian, ketangguhan permodalan para petani perlu ditingkatkan. Sulitnya akses permodalan sering menjadi kendala bagi petani untuk memperoleh modal yang sesuai. Ketangguhan modal petani dapat ditingkatkan melalui supply chain finance yang dapat mempengaruhi cara pembayaran yang ditetapkan oleh pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi saluran pemasaran dan pengaruhnya terhadap metode pembayaran hasil panen. Penelitian ini menggunakan metode survei pada lima puluh dua orang petani sayuran di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Analisis data menggunakan logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran pasar yang digunakan oleh petani yaitu pasar lokal, bandar, dan perusahaan. Selain itu, variabel saluran pemasaran dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap metode pembayaran. Sehingga, akses saluran pasar dan tingkat pendidikan petani mempengaruhi metode pembayaran langsung produk hasil pertanian.
Copyrights © 2025