Tingginya curah hujan di Indonesia ini meningkatkan risiko terjadinya bencana alam di Indonesia seperti banjir, tanah longsor, kenaikan muka air pantai, angin puyuh dan sebagainya. Tidak hanya bencana alam, hal tersebut juga mengakibatkan banyak struktur bangunan rusak dan pengelolaan sumber daya air menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Perhitungan dan perancangan menggunakan data hujan seharusnya membutuhkan kumpulan data yang sangat lengkap dan runtun. Keterbatasan terhadap kelengkapan, keakuratan data menjadi penyebab kesulitan untuk menganalisis suatu model hidrologi, maka dirasa perlu menggunakan data satelit (data hujan satelit) sebagai alternatif untuk pemodelan hidrologi. Data hujan satelit yang digunakan adalah data hujan satelit PERSIANN dan Jaxa GSMap yang dibandingkan dengan data hujan DAS Progo. Metode Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif penelitian survei dengan menggunakan data hujan lapangan di DAS Progo dan data hujan satelit dari masing-masing website satelit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh ketelitian tertinggi data hujan dari data grid yang ada di sekitar koordinat data hujan lapangan terhadap setiap grid dari data hujan satelit PERSIANN dan Jaxa GSMap. Penelitian ini menunjukkan data grid Utara (U) memiliki keakuratan paling baik dibandingkan grid lainnya. Hasil analisis penelitian ini dapat memberi gambaran bahwa dalam pengambilan data satelit sebaiknya menggunakan data hujan pada arah utara dari titik yang mau dianalisis.
Copyrights © 2024