Modernisasi perikanan tangkap di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dimulai pada tahun 1999 dengan diperkenalkannya pukat cincin (purse seine). Industri ini berkembang signifikan hingga 2025, menjadikan efektivitas desain alat tangkap sebagai faktor krusial dalam hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik teknis pukat cincin pada KM. Mikhael, sebagai studi kasus implementasi teknologi penangkapan modern di wilayah tersebut. Metodologi penelitian melibatkan observasi langsung dan pengukuran detail alat tangkap. Hasilnya menunjukkan pukat cincin berbentuk trapesium (370 m x 75 m), terdiri dari badan jaring, sayap, kantong, tali ris, pelampung, pemberat, cincin, dan tali kolor. Material jaring didominasi Polyamide (PA), tali-temali menggunakan PVA Kuralon. Pelampung PVC berdiameter 42,5 cm (kuning) dan 36 cm (putih), pemberat timah berdiameter 9,5 cm dan panjang 6 cm, serta 79 cincin stainless steel berdiameter 60 cm. Deskripsi teknis ini menjadi fondasi informasi untuk studi lanjutan mengenai efisiensi, dampak ekologis, dan keberlanjutan pukat cincin di Biak Numfor. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menganalisis kinerja alat tangkap dalam berbagai kondisi oseanografi dan dampaknya terhadap stok ikan serta ekosistem laut. Informasi ini krusial dalam perumusan kebijakan perikanan berkelanjutan di wilayah studi.
Copyrights © 2025