Perkembangan seni lukis di Banyumas semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dunia seni seringkali tidak lepas dari kegiatan ritual serta tradisi yang dilakukan oleh senimannya, termasuk seniman lukis Banyumas. Namun, kegiatan ritual yang dilakukan para seniman tersebut sering menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat tentang kemistisannya. Kenyataannya, banyak makna lain yang terkandung tentang nilai-nilai budaya serta makna keyakinan diri dari masing-masing seniman yang melakukan ritual. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi transendental yang terjadi dalam ritual, pesan atau makna yang tersirat, dan proses terbentuknya keyakinan diri melalui ritual. Penelitian ini menggunakan konsep efikasi diri dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual yang dilakukan oleh seniman lukis Banyumas merupakan bentuk penghormatan pada leluhur budaya serta meningkatkan self-efficacy. Selain itu, ritual yang dilakukan membuat mereka lebih percaya diri dalam berkarya dan berkomunikasi menyampaikan pesan melalui seni. Self-efficacy yang tinggi berdampak positif pada proses penciptaan seni dan kehidupan lain di luar kesenian, menciptakan lingkungan penuh energi positif dan toleran. Kata Kunci: Seni lukis; komunikasi transcendental; self-efficacy; ritual; makna
Copyrights © 2025