Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, namun sering menghadapi permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pengelolaan sampah pasar jangli Kota Semarang telah berjalan, dengan mengutamakan fokus pada partisipasi masyarakat dan pedagang, ketersediaan fasilitas, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. Pendekatan yang digunakan berupa deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan pasar masih rendah, sebagian besar hanya mengandalkan petugas kebersihan. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas, seperti jumlah tempat sampah yang tidak memadai, ketiadaan sistem pemilahan, dan jadwal pengangkutan yang tidak konsisten. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pasar, aroma yang menyengat, kehadiran lalat, dan potensi penyebaran penyakit. Implikasi dari kajian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, penyediaan fasilitas yang lebih baik, serta penguatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penegakan aturan, melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community-based waste management).
Copyrights © 2025