Akses terhadap sarana pembelajaran yang memadai masih menjadi tantangan utama di daerah terpencil, terutama yang belum terjangkau listrik secara stabil. Kondisi ini menghambat proses belajar mengajar yang inklusif dan aksesibel. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan inovasi papan tulis digital bertenaga surya dengan baterai lithium-ion sebagai solusi alternatif ramah lingkungan untuk menunjang pembelajaran di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan rekayasa teknologi berbasis prototipe, yang mencakup perancangan sistem tenaga surya, integrasi baterai lithium-ion, dan pengujian fungsi papan tulis digital dalam skenario tanpa jaringan listrik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa prototipe dapat beroperasi secara optimal selama 6–8 jam penggunaan aktif, serta mendukung fungsi dasar pembelajaran digital seperti menulis, menggambar, dan menampilkan materi multimedia. Inovasi ini tidak hanya mengatasi keterbatasan infrastruktur, tetapi juga mendukung prinsip inklusivitas pendidikan dengan menjangkau peserta didik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Pengabdian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi energi terbarukan dalam bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan dan merata.
Copyrights © 2025